Akbar Tandjung: Konflik Golkar Seperti Filosofi ‘Hanacaraka’

Metrotvnews.com, Jakarta: Ketua Dewan Pertimbangan (Wantim) DPP Partai Golkar hasil Munas VIII versi Ical, Akbar Tandjung menilai, konflik yang terjadi di internal Partai Golkar sehingga mirip filosofi ‘Hanacaraka’ dari tanah Jawa. Hanacaraka menceritakan ada dua pihak yang berseteru, kemudian semuanya hancur karena sama kuat dan tidak ada yang mau mengalah.

“Saya ingat, dapat pesan dari istri saya. Istri saya orang solo yang berbasis pada filosofi hanacaraka,” kata Ketua Dewan Pertimbangan DPP Partai Golkar hasil Munas VIII Riau, Akbar Tanjung saat konferensi pers di Komplek Ligamas Indah, Pancoran, Jakarta Selatan, Rabu (14/1/2015).

Akbar menjelaskan, filosofi hanacaraka menceritakan ada dua orang yang bertikai. Dua orang itu sama kuat. Selanjutnya, orang yang betikai tersebut mengirim utusan, dan setelah itu utusannya berkelahi. Akhirnya, dua kedua utusan tersebut mati, dan berdampak pada kematian raja. Tidak hanya itu, kedua kerajaan tersebut juga hancur.

“Itu jangan sampai terjadi Golkarnya hancur,” imbuh Akbar.

Akbar menilai, seandainya konfik antara kubu Agung dan kubu Ical tidak bisa diselesaikan melalui juru runding dan islah, kemungkinan besar akhirnya akan kembali ke proses pengadilan. Proses pengadilan mempunyai konsekuensi waktu penyelesaian yang panjang. Sehingga, nantinya akan bisa mengganggu agenda politik partai untuk mempersiapkan pemilu.

“Kalupun nanti (akhirnya di) proses pengadilan, tentu (akan ada) salah satu pihak menang dan tidak menjamin masalah itu seleai,” ujar Akbar.

Akbar khawatir, nantinya pihak yang kalah akan terus melakukan langkah-langkah perlawanan. Jika hal. Tersebut terus berkelanjutan, nantinya akan bisa membuat Golkar pecah.

“Kalau Golkar pecah, yang rugi siapa?, kalau yang rugi ya semua. Kita rugi, karena Golkar yang menjadi milik kita ini, yang ingin kita bela dan ternyata pecah,” pungkas Akbar.

Hardiat Dani Satria
SUR

Leave A Comment